<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="790">
 <titleInfo>
  <title>Jaka dan Naga Sakti</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fasa, Dina Alfiyanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta Timur</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Electronic Resource</form>
  <extent>56 hlm. 28 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cerita yang ditulis oleh Dina Alfiyanti Fasa merupakan cerita rakyat dari daerah Jawa Timur. Alkisah, sebuah negeri dipimpin oleh seorang Raja bernama Prabu Arya Seta. Sang Raja memiliki seorang putri cantik bernama Putri Ayu Rara Kemuning.Sang putri menderita penyakit yang susah disembuhkan. Raja mengadakan sayembara ke seluruh pelosok kerajaan, agar dapat membantu menyembuhkan putrinya. Penyakit Putri Ayu Rara Kemuning hanya bisa disembuhkan dengan daun sirna ganda yang adanya hanya di gua kaki gunung Arga Dumadi. Gua itu dijaga oleh seekor naga sakti dan untuk mendapatkan daun itu harus mengalahkan naga sakti terlebih dahulu. Hadiah yang akan diberikan oleh sang raja bagi laki-laki yang berhasil mendapatkan daun sirna ganda adalah menjadi menantunya, sedangkan bagi perempuan akan mendapatkan seribu keping emas. Salah satu peserta sayembara adalah seorang pemuda dengan kondisi tubuhnya penuh luka borok yang bernama Jaka Budug. Sebenarnya Sang Putri merasa jijik melihat keadaan Jaka Budug dan dalam hatinya dia tidak ingin  Jaka Budug memenangkan sayembara tersebut. Di sisi lain Jaka Budug berkomitmen untuk memenangkan sayembara.&#13;
Kisah ini memberikan pelajaran bahwa kita tidak boleh menilai seseorang dari penampilannya saja.</note>
 <note type="statement of responsibility">Dina Alfiyanti Fasa</note>
 <subject authority="">
  <topic>SMA Fiksi</topic>
 </subject>
 <classification>398.209 598 2</classification>
 <identifier type="isbn">9789790692718</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Taman Baca SD Negeri 160 Pekanbaru</physicalLocation>
  <shelfLocator>398.209 598 2 FAS j</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">D0645S</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>398.209 598 2 FAS j</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>Jaka_dan_Naga_Sakti.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>790</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-29 16:53:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-29 16:54:58</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>