<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="733">
 <titleInfo>
  <title>Putusnya Tali Persaudaraan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yetti, Erli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta Timur</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Electronic Resource</form>
  <extent>iii; 51 hlm.; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cerita ini yang ditulis oleh Erli Yetti ini berkisah tentang kehidupan kakak beradik puteri Maki Kili, yaitu Tima dan Numa yang memiliki sifat dan karakter yang sangat berbeda. Tima sang kakak memiliki sifat yang angkuh dan selalu menaruh iri dengki kepada sang adik Numa karena menyadari bahwa Numa lebih cantik daripada dirinya. Lain halnya dengan Numa. Numa sangat santun, ramah, dan lemah lembut kepada siapa saja termasuk kepada Tima yang selalu jahat padanya. Numa tak segan memberikan pertolongan kepada siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Kebaikannya sangat menarik hati seorang pemuda yang tak sengaja ditolong olehnya. Kejahatan Tima semakin bertambah tatkala dirinya memiliki suami. Tima dengan suaminya menghancurkan kehidupan keluarga Numa dengan menjual semua yang dimiliki. Tima pun tak segan memutuskan tali persaudaraan dengan Numa dan ibunya.&#13;
&#13;
Kisah ini mengandung pesan moral bahwa hendaklah saling menyayangi dan menjaga keutuhan keluarga. Kebahagian hidup tidak dapat diukur dengan harta karena sering kali harta dapat membuat celaka. Hendaklah hidup dengan rukun, jujur, dan saling membantu karena kebaikan selalu berbuah kebaikan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Erli Yetti</note>
 <classification>398.209</classification>
 <identifier type="isbn">9786024370480</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Taman Baca SD Negeri 160 Pekanbaru</physicalLocation>
  <shelfLocator>398.209 598 2 YET p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">D0589S</numerationAndChronology>
    <sublocation>Ruang Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>398.209 598 2 YET p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>Putusnya_Tali_Persaudaraan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>733</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-25 07:57:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-25 07:57:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>