<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="722">
 <titleInfo>
  <title>Misteri Telaga Warna</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suhaemi, Eem</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta Timur</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Electronic Resource</form>
  <extent>iii; 59 hlm.; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cerita yang ditulis oleh Eem Suhaemi dari Jawa Barat ini berkisah tentang Ratu Purbamanah dan Prabu Swarnalaya, penguasa Kuta Tanggeuhan yang merasa sedih karena tidak kunjung memiliki anak. Setelah mengikuti saran ahli nujum kerajaan sang Ratu hamil. Setelah waktunya, Ratu melahirkan anak perempuan yang diberi nama Nyi Mas Ratu Dewi Rukmini Kencana wungu atau Dewi Kuncung Biru. Sang Putri anak yang manja dan berkemauan keras. Semua yang diiinginkannya harus terwujud. Ketika menginjak usia 17 tahun, Sang Putri ingin merayakan penambahan usianya dengan pesta mewah. Dia ingin memakai baju terindah dan perhiasan mewah. Mendengar keinginan putrinya agar setiap helai rambutnya dilapisi perhiasan emas, Prabu Swarnalaya marah. Rakyat yang begitu menyayangi sang Putri bersedia mengumpulkan harta benda dan perhiasan mereka demi memenuhi keinginan sang Putri. Ketika pesta digelar, sang Putri melemparkan semua perhiasan dari rakyat karena karena tidak menyukai bentuk perhiasan tersebut. Lalu, tiba-tiba langit berubah gelap, hujan, badai, petir dan bencana pun datang dan menenggelamkan negeri Kuta Tanggeuhan. Negeri Kuta Tanggeuhan berubah menjadi telaga yang airnya berwarna-warni.&#13;
&#13;
Pesan moral cerita ini adalah keserakahan hanya akan mendatangkan bencana dan merugikan masyarakat banyak.</note>
 <note type="statement of responsibility">Eem Suhaemi</note>
 <subject authority="">
  <topic>SMP Fiksi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SMP Sastra</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SMP</topic>
 </subject>
 <classification>398.209</classification>
 <identifier type="isbn">9786024370488</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Taman Baca SD Negeri 160 Pekanbaru</physicalLocation>
  <shelfLocator>398.209 598 1 SUH m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">D0578S</numerationAndChronology>
    <sublocation>Ruang Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>398.209 598 1 SUH m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>Misteri_Telaga_Warna1.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>722</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-25 07:15:20</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-25 07:15:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>