<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="691">
 <titleInfo>
  <title>Karupet si Anak Ikan Duyung:</title>
  <subTitle>cerita rakyat dari Papua Barat</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Purwaningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta Timur</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa</publisher>
  <dateIssued>2016</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Electronic Resource</form>
  <extent>viii 58 hlm; 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cerita ini ditulis oleh Purwaningsih dan berasal dari Papua Barat. Cerita ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang terlahir dari seekor ikan duyung yang bernama Karupet. Karupet adalah pemuda yang rendah hati, tangguh, dan pantang menyerah. Karupet menikah dengan wanita yang bernama Ajolo. Seekor buaya ajaib telah membantu Ajolo melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Meles. Sang buaya ajaib berpesan pada Karupet dan seluruh keluarganya untuk tidak memburu binatang yang ada di sungai Warsamsung. Pada suatu saat, Meles, melakukan kesalahan dengan memburu seekor buaya yang ada di sungai Warsamsung. Sebagai hukumannya, Meles dibawa oleh buaya ajaib untuk menggantikan buaya yang telah diburunya.&#13;
&#13;
Di sungai Warsamsung  terdapat  sebuah  batu  yang bentuknya menyerupai manusia. Masyarakat setempat meyakini batu tersebut sebagai penjelmaan jasad Meles. Sejak saat itu, penduduk yang tinggal di sekitar Sungai Warsamsung tidak berani berburu buaya untuk dimakan atau diambil kulitnya karena mereka percaya bahwa buaya adalah binatang yang dilindungi.&#13;
&#13;
Cerita ini mengajarkan nilai rendah hati, tangguh, dan pantang menyerah dari sifat tokoh utama yaitu Karupet melalui kisah hidup dia dan keturunannya yang penuh lika liku.</note>
 <note type="statement of responsibility">Purwaningsih</note>
 <subject authority="">
  <topic>SMP Fiksi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SMP Sastra</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SMP</topic>
 </subject>
 <classification>398.209</classification>
 <identifier type="isbn">9786024371319</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Taman Baca SD Negeri 160 Pekanbaru</physicalLocation>
  <shelfLocator>398.209</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">D0547S</numerationAndChronology>
    <sublocation>Ruang Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>398.209</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>Karupet_Si_Anak_Ikan_Duyung.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>691</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 08:32:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 08:32:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>