Image of Iri Hati Membawa Sengsara : Cerita Rakyat dari Papua

Electronic Resource

Iri Hati Membawa Sengsara : Cerita Rakyat dari Papua



Cerita berjudul "Iri Hati Membawa Sengsara" ini berasal dari Papua dan ditulis ulang oleh Dwiantari. Kisah ini bercerita tentang sebuah kampung bernama Kampung Merhaje di Pegunungan Skouw Yambe Jayapura. Kampung ini merupakan kampung adat masyarakat asli penduduk Jayapura. Mata pencaharian mereka adalah menangkap ikan dan bertani. Pantai dan alamnya terlihat asri dan indah. Mereka menanam kelapa, kakao, pinang, ubi jalar, singkong, buah- buahan, dan sayur-sayuran. Salah satu keluarga penduduk Merhaje bernama Kakek Yaklep, yang mempunyai anak Marie Kerey. Marie Kerey mempunyai anak Kongwara, Nappu, Bonai, dan Muraigil. Kakek Yaklep menjabat sebagai seorang kepala suku yang hidup rukun dan damai. Selain bertani, mereka juga berburu ke tengah hutan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Kedamaian yang ada di Kampung Merhaje mulai terganggu saat ada sayembara pesta adat di suatu kampung yang bernama Kampung Feep. Kongwara yang diundang ke pesta adat tersebut harus meninggalkan rumah tinggi yang baru dibangunnya dan menitipkan rumah tersebut kepada ibunya. Namun tanpa sepengatahuan Kongwara, adiknya yang bernama Nappu merencanakan sesuatu yakni berencana membakar rumah tinggi yang baru dibangun oleh Kongwara.

Cerita ini memiliki pesan moral bahwa jangan pernah iri,karena iri merupakan penyakit hati yang dapat membawa sengsara pada diri sendiri.


Ketersediaan

D0538S398.209 598 8 ANT iRuang PerpustakaanTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
398.209 598 8 ANT i
Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa : Jakarta Timur.,
Deskripsi Fisik
vii; 56 hlm.; 28 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-437-076-3
Klasifikasi
398.209
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
Info Detail Spesifik
Dwiantari H., Rr. Iri Hati Membawa Sengsara: Cerita Rakyat dari Papua/Rr. Dwiantari H.; Kity Karenisa (Penyunting). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016. vii; 56 hlm.; 28 cm.
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini