<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="682">
 <titleInfo>
  <title>Iri Hati Membawa Sengsara :</title>
  <subTitle>Cerita Rakyat dari Papua</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwiantari, Rr. H</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta Timur</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa</publisher>
  <dateIssued>2017</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Electronic Resource</form>
  <extent>vii; 56 hlm.; 28 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cerita berjudul &quot;Iri Hati Membawa Sengsara&quot; ini berasal dari Papua dan ditulis ulang oleh Dwiantari. Kisah ini bercerita tentang sebuah kampung bernama Kampung Merhaje di Pegunungan Skouw Yambe Jayapura. Kampung ini merupakan kampung adat masyarakat asli penduduk Jayapura. Mata pencaharian mereka adalah menangkap ikan dan bertani. Pantai dan alamnya terlihat asri dan indah. Mereka menanam kelapa, kakao, pinang, ubi jalar, singkong, buah- buahan, dan sayur-sayuran. Salah satu keluarga penduduk Merhaje bernama Kakek Yaklep, yang mempunyai anak Marie Kerey. Marie Kerey mempunyai anak Kongwara, Nappu, Bonai, dan Muraigil. Kakek Yaklep menjabat sebagai seorang kepala suku yang hidup rukun dan damai. Selain bertani, mereka juga berburu ke tengah hutan untuk memenuhi kebutuhan mereka.&#13;
&#13;
Kedamaian yang ada di Kampung Merhaje mulai terganggu saat ada sayembara pesta adat di suatu kampung yang bernama Kampung Feep. Kongwara yang diundang ke pesta adat tersebut harus meninggalkan rumah tinggi yang baru dibangunnya dan menitipkan rumah tersebut kepada ibunya. Namun tanpa sepengatahuan Kongwara, adiknya yang bernama Nappu merencanakan sesuatu yakni berencana membakar rumah tinggi yang baru dibangun oleh Kongwara.&#13;
&#13;
Cerita ini memiliki pesan moral bahwa jangan pernah iri,karena iri merupakan penyakit hati yang dapat membawa sengsara pada diri sendiri.</note>
 <note type="statement of responsibility">Rr. Dwiantari H</note>
 <subject authority="">
  <topic>SMP Fiksi</topic>
 </subject>
 <classification>398.209</classification>
 <identifier type="isbn">9786024370763</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Taman Baca SD Negeri 160 Pekanbaru</physicalLocation>
  <shelfLocator>398.209 598 8 ANT i</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">D0538S</numerationAndChronology>
    <sublocation>Ruang Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>398.209 598 8 ANT i</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>Iri_Hati_Membawa_Sengasara.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>682</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 07:19:43</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 07:19:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>